Seminar KPS: Ajang Mahasiswa Sejarah UNNES Unjuk Kebolehan Dalam Bidang Sejarah

Rombel 2 D Ilmu Sejarah melakukan sesi foto dengan pembimbingnya Syaiful Amin, S.Pd.,M.Pd. seusai pelaksanaan Seminar KPS, Jumat, 19 Juli 2019

Pada hari Jumat, 19 Juli 2019, seluruh mahasiswa sejarah UNNES semester 2 dan 4 mengadakan Seminar Kajian Peninggalan Sejarah (KPS). Dalam seminar tersebut setiap rombel di semester 2 dan 4 mempresentasikan temuan mereka beserta produk yang telah mereka buat seperti film pendek, katalog, infografis, dan juga buku.

Seminar KPS ini sendiri merupakan tindak lanjut dari matakuliah dengan nama yang sama Kajian Peninggalan Sejarah. Dimana Mahasiswa Semester 2 dan 4 melakukan lawatan sejarah kebeberapa tempat. Adapun destinasi KPS yang dilakukan pada bulan februari lalu yaitu dengan mengunjungi beberapa tempat di Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat, seperti: Museum Nasional (Museum Gajah), Museum Sumpah Pemuda, Museum Geologi, Museum Konferensi Asia-Afrika, dan Candi Cangkuang.

Disana para mahasiswa dibimbing oleh pembimbing rombel masing-masing, melakukan observasi lapangan sesuai dengan tema dan museum mana yang sebelumnya mereka akan ambil. Para mahasiswa juga mendapatkan ilmu dari mereka yang bekerja di museum-museum tersebut. Hasil dari observasi mereka inilah yang dalam beberapa bulan kedepan “digodok” menjadi beberapa produk yang telah disebutkan sebelumnya. Kemudian hasilnya dipresentasikan pada acara seminar yang telah dilaksanakan pada hari Jumat lalu.

Acara seminar KPS ini sendiri berlangsung dengan meriah. Mahasiswa sejarah mampu untuk menunjukkan skill-skill yang tidak hanya berhubungan dengan masalah akademis sejarah namun juga kemampuan visual. Mahasiswa Sejarah mampu untuk membuat film-film sejarah yang menceritakan mengenai museum atau tempat sejarah yang mereka kaji. Mereka juga mampu membuat infografis yang menarik dan informatif.

Ketua Jurusan Sejarah, Dr. Hamdan Tri Atmaja, M.Pd, beserta dosen-dosen lainnya yang hadir, sangat mengapresiasi hasil kerja para mahasiswa ini. Beliau mengatakan kemampuan semacam ini menjadi sebuah keharusan bagi mahasiswa sejarah agar bisa bersaing baik secara nasional maupun global. Kedepannya beliau juga mengharapkan agar acara ini bisa semakin lebih meriah dan edukatif lagi (nju).

Leave a comment