Mahasiswa Sejarah UNNES Gelar Seminar Konservasi di 3 Kota

Khoirul Azzam, Mahasiswa Rombel 6 B berbicara didepan peserta seminar dan pembicara lainnya mengenai Sarekat Islam pada Seminar Konservasi Kesejarahan yang digagas oleh rombelnya.

Cagar Budaya di Indonesia khususnya di Semarang dan wilayah lain di Jawa Tengah memang perlu mendapatkan perhatian yang khusus. Jurusan Sejarah UNNES merancang sebuah matakuliah yang diberi nama Konservasi Kesejarahan. Matakuliah ini bertujuan agar mahasiswa menjadi lebih peka terhadap keadaan bangunan cagar budaya atau situs bersejarah dibeberapa tempat. Setelah dibekali dengan berbagai macam teori dan pengetahuan mengenai hal-hal tersebut. Mahasiswa semester 6 yang tergabung dalam 3 rombel dibebaskan untuk memilih bangunan atau peristiwa bersejarah yang layak untuk dijadikan tema seminar konservasi. Selain itu mereka juga dibebaskan untuk merancang sendiri seminar tersebut. hal ini dilakukan untuk menanamkan kemandirian pada mahasiswa tersebut dan membuat mereka terbiasa dalam merancang sendiri acaranya, terutama acara yang berkaitan dengan hal akademis.

Tiga Rombel tersebut terdiri dari dua rombel pendidikan sejarah dan satu rombel ilmu sejarah. Kesemua rombel tersebut sepakat untuk memilih tempat yang berbeda untuk melaksanakan seminar. Adapun rombel A Pendidikan Sejarah melaksanakan seminar konservasi pada tanggal 13 Juli 2019 di Gedung Papak Gundih, Purwodadi. Tema yang diusung dalam seminar ini adalah menelisik sejarah Gedung Papak Gundih yang pernah dipakai sebagai rumah tempat Jugun Ianfu pada masa Jepang. Dalam acara ini yang bertindak sebagai pembicara adalah Sriyati, S.Pd. dan Joko Wahono, sedangkan pembicara yang mewakili mahasiswa adalah Sandi Rekso. Rombel B Pendidikan Sejarah melaksanakan seminar pada tanggal 13 Juli 2019 di Gedung Dekanat FIP lt. 3 UNNES, adapun tema yang diusung mengenai sejarah Sarekat Islam di Semarang.  Dalam acara ini yang menjadi pembicara adalah Dr. Hj. Ufi Saraswati, M.Hum. dan Dr. Eko Punto Hendro, M.A., sedangkan pembicara yang mewakili mahasiswa adalah Khoirul Azzam. Rombel terakhir yaitu Rombel C Ilmu Sejarah mengadakan seminar pada tanggal 27 Juni 2019 bertempat di situs Salib Putih, Salatiga. Tema yang diusung adalah menelisik kembali jejak-jejak Kolonial di Salatiga. Dalam seminar ini yang menjadi pembicara adalah Syaiful Amin, S.Pd.,M.Pd. dan Erwin Guna Prayogo, S.E., sedangkan pembicara yang mewakili mahasiswa yaitu Veri Doni Damanik.

Acara ini berlangsung dengan lancar dan penuh dengan antusiasme. Selain mahasiswa sendiri yang menjadi peserta, seminar ini juga dihadiri oleh siswa-siswi setempat yang tertarik dengan hal-hal yang berbau sejarah. Disamping itu turut hadir pula beberapa tokoh-tokoh masyarakat dan pejabat setempat yang peduli terhadap keberadaan cagar budaya tersebut. Seperti seminar yang dilakukan di Purwodadi dimana dihadiri oleh Anggota DPRD Kabupaten setempat. Beliau menyampaikan apresiasinya kepada para mahasiswa Jurusan Sejarah UNNES yang melaksanakan acara ini. Beliau juga berjanji untuk membawa masalah mengenai keberadaan cagar budaya ini pada ranah DPRD.

Seminar ini merupakan agenda rutin yang menjadi puncak dari pelaksanaan matakuliah Konservasi Kesejarahan. Artinya setiap mahasiswa yang menempuh studi sejarah tepatnya semester 6 akan melaksanakan hal ini. kedepannya seminar ini diharapkan akan lebih meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap bangunan-bangunan bersejarah serta lebih mengasah skill dan kemampuan mahasiswa dalam merancang sebuah acara bertemakan sejarah (nju).  

Leave a comment